Tanaman

Selamat Datang...

Blog sederhana membahas panduan singkat bercocok tanam

MULAIGabung

Thursday, 21 June 2018

Mengendalikan Hama Pengisap Polong Dengan Jamur Entomopatogen

Riptortus linearis (L.) merupakan salah satu hama pengisap polong kedelai yang sangat penting karena daerah sebaran dan luas serangannya dapat ditemukan hampir diseluruh sentra produksi kedelai di Indonesia. Kehilangan hasil akibat R. linearis hingga mencapai 80%. Untuk mengendalikan hama ini, petani menggunakan insektisida kimia. 

Insektisida kimia selain harganya mahal, juga mengakibatkan resistensi hama sasaran, resurjensi, terbunuhnya berbagai serangga berguna, pencemaran lingkungan, dan mengganggu kesehatan manusia. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa aplikasi dengan insektisida kimia tidak dapat menuntaskan masalah ledakan hama R. linearis. 

Hal ini disebabkan insektisida kimia hanya mampu membunuh stadia nimfa dan imago. Sementara itu, stadia telur masih bertahan dan berkembang normal sehingga mengakibatkan populasi R. linearis yang ada selalu tumpang tindih. Lecanicillium (=Verticillium) lecanii merupakan salah satu jenis cendawan entomopatogen yang bersifat ovisidal terhadap telur R. linearis. 

Telur R. linearis yang terinfeksi L. lecanii akhirnya tidak menetas. Sedangkan telur yang berhasil menetas membentuk nimfa I jika sudah terinfeksi L. lecanii akhirnya tidak dapat berkembang berganti kulit menjadi nimfa II maupun nimfa lebih lanjut. Kelebihan L. lecanii dalam menginfeksi stadia telur mengakibatkan perkembangan hama yang akan terjadi menjadi lebih tertekan sehingga peledakan hama sulit terjadi karena dikendalikan pada stadia lebih awal. 

Karakteristik Bioinsektisida L. lecanii 

Cendawan entomopatogen L. lecanii (Viegas) Zare & Gams (Deuteromycotina: Hyphomycetes) memiliki koloni berwarna putih pucat, tumbuh cepat pada media potato dextrose agar (PDA) dengan diameter hingga mencapai 7,3 cm pada umur 20 hari setelah inokulasi (HSI). 

Konidiofor berbentuk fialid (whorls) seperti huruf V, setiap konidiofor memproduksi 5–10 konidia. Bentuk konidia silinder hingga elips, terdiri satu sel dan tidak berwarna (hilain). Konidia berukuran 1,9–2,2 x 5,0–6,1 μm. 
Mengendalikan Hama Pengisap Polong Dengan Jamur Entomopatogen
Mekanisme Kerja Bioinsektisida L. lecanii 

Konidia merupakan salah satu organ infektif bioinsektisida L. lecanii selain hifa. Konidia L. lecanii yang sudah diformulasi dalam bentuk tepung setelah dicampur dengan air akan membentuk tabung kecambah (Gambar 3 a) setelah 10 jam untuk penetrasi ke permukaan struktur inang. Setelah itu, membentuk haustorium (Gambar 3 b) yang berfungsi untuk mengabsorbsi nutrisi sebagai sumber makanan. 
Mengendalikan Hama Pengisap Polong Dengan Jamur Entomopatogen
Struktur permukaan kulit telur R. linearis yang baru diletakkan oleh imago sangat mudah dipenetrasi oleh L. lecanii. Untuk penetrasi dan merombak struktur korion maka cendawan menghasilkan berbagai enzim kitinase, protease, amilase, dan lipase. Mikropil (mycropile) merupakan salah satu lubang alami telur (Gambar 4 b) yang digunakan sebagai tempat penetrasi miselium L. lecanii ke dalam telur. 

Tabung kecambah yang sudah berhasil menembus struktur korion (Gambar 4 a) selanjutnya merombak isi telur, yaitu kuning telur yang terdiri dari protein dan sebagian lemak. Senyawa yang ada di dalam telur sebagian digunakan secara langsung maupun dirombak lebih sederhana oleh cendawan kemudian isi telur dikolonisasi oleh miselium cendawan. 

Pada kondisi tersebut umumnya telur R. linearis tidak akan menetas karena calon embrio tidak terbentuk. Selanjutnya, miselium menembus keluar untuk sporulasi maupun kolonisasi permukaan telur luar (Gambar 4 b & 4 c) setelah nutrisi di dalam telur habis kemudian terjadi transmisi atau diseminasi ke inang baru. 
Mengendalikan Hama Pengisap Polong Dengan Jamur Entomopatogen
Telur yang paling rentan terhadap L. lecanii adalah yang baru diletakkan imago (0–3 hari) dan umumnya di lapangan terjadi pada umur 35 hari. Telur yang berumur >3 hari lebih toleran terhadap L. lecanii sehingga berpeluang menetas lebih besar. Namun, nimfa yang terbentuk juga berpeluang besar terinfeksi L. lecanii karena L. lecanii memiliki kelebihan menginfeksi stadia nimfa maupun imago (Gambar 5 a, 5 b, dan 5 c). 
Mengendalikan Hama Pengisap Polong Dengan Jamur Entomopatogen
Proses Pembiakan Bioinsektisida L. lecanii Isolat cendawan L. lecanii yang memiliki virulensi tinggi hasil eksplorasi dari lapangan kemudian ditumbuhkan pada media PDA. Pada umur 14 HSI, biakan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dicampur dengan air untuk diambil konidianya kemudian dikocok menggunakan vortex selama 30 detik. Jumlah konidia dihitung menggunakan haemocytometer hingga memperoleh kerapatan 106/ml. 

Media tumbuh yang berasal dari beras direndam dalam air kemudian dibilas hingga bersih. Beras dimasak di dalam panci (dandang) setengah matang kemudian dimasukkan ke dalam plastik tahan panas yang berukuran 250 g setelah itu diikat dengan tali rafia. Media disterilisasi di dalam autoclave pada suhu 121 oC selama 15 menit. Media yang sudah steril diinokulasi dengan suspensi konidia L. lecanii 106/ml sebanyak 10 ml untuk 250 g media dengan cara disuntikkan menggunakan jarum suntik. 

Biakan cendawan disimpan di dalam ruangan atau suhu kamar selama kurang lebih 21 hari untuk memproduksi konidia secara optimal. Pengambilan konidia yang terbentuk dengan cara biakan dicampur dengan air kemudian dikocok menggunakan shaker untuk merontokkan konidia yang terbentuk. Kerapatan konidia L. lecanii yang infektif untuk mengendalikan telur R. linearis minimal 107/ml. 

CARA APLIKASI BIOINSEKTISIDA L. lecanii 

Aplikasi sebaiknya disemprotkan keseluruh permukaan daun atau aplikasi di permukaan tanah dengan volume 500–600 l/ha karena telur R. linearis selain diletakkan imago di permukaan daun juga berpeluang jatuh ke tanah. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada sore hari dengan menambahkan bahan pelindung berupa minyak nabati kacang tanah atau minyak kedelai maupun minyak kelapa 2–5 ml/l. Frekuensi aplikasi selang 3 hari, mulai umur 35– 49 HST lebih efektif untuk menekan perkembangan populasi R. linearis di lapangan. 

KEUNGGULAN BIOINSEKTISIDA L. lecanii 

L. lecanii mampu memarasit spora penyakit karat (Pakhopsora pachyrhizi), downy mildew (Peronospora manshurica), dan powdery mildew (Microsphaera diffusa) hingga mencapai 36% (Gambar 5). Penyakit karat merupakan penyakit utama pada kedelai, sedangkan penyakit downy mildew dan powdery mildew menjadi masalah baru yang perlu dituntaskan karena pernah menggagalkan panen kedelai di Probolinggo tahun 2009. 

Oleh karena itu, cendawan L. lecanii selain dapat digunakan untuk pengendalian telur R. linearis juga potensial untuk sebagai agens pengendalian penyakit kedelai. L. lecanii kompatibel dengan musuh alami (predator) Oxyopes javanus Thorell, Paederus fuscipes, dan Coccinella spp. Tiga predator tersebut merupakan serangga penghuni tajuk dan permukaan tanah yang mampu menekan beberapa jenis hama utama kedelai dari ordo Lepidoptera, Homoptera, Hemiptera, dan Coleoptera. Penelitian di rumah kasa menunjukkan bahwa L. lecanii tidak menyebabkan kematian O. javanus. Sementara itu, dampak aplikasi L. lecanii hanya mengakibatkan kematian Coccinella spp. dan P. fuscipes sekitar 10% (Tabel 1). Oleh karena itu, bioinsektisida L. lecanii sangat baik dipadukan dengan pengelolaan hama penyakit terpadu (PHPT) kedelai. 

Tabel 1. Dampak aplikasi L. lecanii terhadap mortalitas O. javanus.
Kerapatan Konidia L. lecanii (/ml) Mortalitas O Javanus pada 30 HSA (%)
107 0
108 0
109 0
1010 0
1011 0
Deltametrin 95
HSA : Hari setelah aplikasi

(*)Sumber : Balai Penelitian Pertanian Aneka Kacang dan Umbi

Sunday, 10 June 2018

Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Berdasarkan teror yang sering diberitakan media-media di Indonesia beberapa tahun bekalangan ini, entah itu karena teroris yang sesungguhnya atau karena terror bencana alam, atau karena bencana alam itu sendiri, pada intinya menjadikan Indonesia sebagai Negara yang sangat akrab dengan bencana. 

Bencana ini bisa terjadi karena pergerakan alam semesta maupun karena ketololan manusia, deretan bencana itu sudah sering kita dengar, rasakan, dan nikmati di setiap headline media. Akibat bencana bermacam-macam salah satunya adalah kelaparan. 

Selama ini sering kita jumpai di lokasi bencana alam makanan yang menjadi menu utama para korban bencana alam adalah mie instan, selain itu ada juga produk makanan padat sejenis biscuit dengan kandungan karbohidrat tinggi tetapi rendah serat. 

Sebagaimana kita tahu sesungguhnya serat itu penting untuk tubuh, kekurangan serat ini juga bisa mengganggu pencernaan, bahkan dalam kasus yang lebih berat lagi kekurangan serat bisa menyebabkan kanker usus. 

Sayuran merupakan bahan pangan yang kaya akan serat namun sering luput dari perhatian tim penanggulangan bencana, terutama dalam penyediaan bahan pangan untuk korban bencana, penyebabkan karena sayur mudah rusak juga susah didistribusikan dalam keadaan segar, karena itulah penting sekali disediakan suatu solusi mengenai makanan siap saji yang instan namun tetap bergizi untuk korban bencana alam. 
Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Salah satu solusinya adalah membuat sup instan yang bisa bertahan lama, sebagaimana kita ketahui untuk menciptakan sebuah sup yang nikmat maka semua itu tidak lepas dari peranan sayur dan penanganan sayur pasca panen. 

Penanganan sayur pascapanen untuk memperpanjang umur penyimpanannya adalah dengan mengeringkan sayur, beberapa teknologi pengeringan yang biasa dilakukan adalah pengeringan konveksi dan konduksi antara lain melalui vakum, microwave dan konveksi panas lainnya (Rahmat, R, 2005). 

Karena sifat sayur itu mudah rusak proses pengeringan dilakukan harus memiliki kemampuan dalam mempertahankan atau meminimalkan perubahan kandungan nutrisi, vitamin, aroma, rasa, dan sifat dehidrasinya dari bahan. 

Pada tahun 2003 lalu balai penelitian dan pengembangan pertanian pascapanen merintis dan mengembangkan sayur kering, dengan mengaplikasikan teknologi pengeringan FIR namanya (Far Infra Red), pengeringan dengan model FIR ini dinilai sangat efisien, karena panas radiasi langsung menembus bagian dalam molekul dan memutuskan ikatan molekul air pada molekul bahan tanpa melalui media perantara (udara) seperti halnya proses konveksi dan konduksi. 

Karena itu teknologi FIR sangat bermanfaat untuk mengamankan karakteristik bahan kering karena perubahan karakteristik fisik dan kimia yang terjadi cukup minimal serta memiliki daya simpan lama, penelitian lebih lanjut dilakukan pada tahun 2009, dengan memformulasikan sayuran kering sebagai komponen dalam sup instan. 

Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Sup instan disini gayanya hampir mirip dengan mie instan, dimana didalamnya terdapat varian produk instan yang terdiri dari sayuran kering, bumbu dan bahan pelengkap lainnya, seperti baso, sosis atau daging giling yang siap disajikan dalam waktu 5 menit saja hanya dengan menambahkan air panas. 

Diagram dibawah ini bisa menggambarkan teknologi pengolahan sup instan dikutip dari agro invoasi sinar tani. 
Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Sup instan dalam setiap kemasan 20 gram mengandung nutrisi 66,6% karbohidrat, 4,74 % lemak, 10,48% protein dan 8,22% serat pangan, kadar air produk ini berada pada kisaran 7-8 % sehingga cukup aman untuk penyimpanan jangka lama, berdasarkan pendugaan umur simpanan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), dengan pendekatan persamaan arhenius, produk sup instan dalam kemasan alumunium foil ketebalan 1,2 mm memiliki daya simpan hingga 1 tahun. 

Dengan nilai nutrisi yang cukup tinggi dan umur penyimpanan yang cukup lama, sup instan berpotensi dijadikan sebagai pangan darurat. 

Bagi sahabat pembaca yang tertarik dengan produk ini bisa menghubungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, dengan alamat Jl tentara pelajar No 12 bogor, telp (0251) 8321762.

Thursday, 7 June 2018

Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Anggur masih menjadi prospek agribisnis yang baik di daerah Indonesia pada umumnya, salah satu faktornya barangkali karena anggur bukan tanaman yang termasuk mudah untuk di budidayakan, banyak musuh dan tantangannya, sehingga harga dan ketersediaan buah anggur dipasaran sering kali terbatas jumlahnya. 

Meski demikian banyak juga kita menemukan anggur ditanam di pekarangan rumah, dan sepertinya hal itu lebih kepada hiasan rumah saja, bukan untuk sesuatu yang diperdayakan dengan serius dan ekonomis, meski ada juga perkebunan anggur skala pekarangan namun tidak terlalu signifkan jumnlahnya. 

Memperbanyak anggur tidak mesti dari bijinya bisa juga dilakukan dengan cara stek dan sambung (stekbung), dan kebanyakan cara anggur diperbanyak dengan cara stekbung ini. 

Mengapa kebanyakan orang menggunakan stek dan sambung dalam memperbanyak anggur ? 

Menurut Winkler, Alasan dengan cara penyambungan yaitu untuk memperoleh kebaikan dari batang bawah tertentu, memperbaiki jenis-jenis anggur yang sulit pertumbuhan dan produksinya, memperoleh ketahanan terhadap tanah yang tidak menguntungkan, dan mengubah kebiasaan pertumbuhanya (Winkler, 1973 ). 

Memperbanyak anggur dengan stekbung ini memiliki keuntungan dan kerugian, stekbung merupakan teknik perbanyakan menggabungkan antara stek sebagai batang bawah dengan penyambungan sebagai batang atas. 

STEKBUNG anggur menggabungkan varietas batang atas dengan keunggulan pada kualitas buahnya tetapi lemah dalam sistim perakaran, dengan varietas batang bawah yang memiliki sistim perakaran lebat dan tahan terhadap serangan hama/penyakit. 

Adapun varietas anggur yang baik digunakan sebagai batang bawah adalah Bs. 8, Bs 30, Bs 9, Bs 5, berikut ini keuntungan melakukan perbanyakan stekbung pada anggur. 

• Mengatasi permasalahan tanaman anggur yang perakarannya sedikit 

• Memanfaatkan tanaman anggur yang perakarannya lebat sebagai batang bawah 

• Menghasilkan tanaman anggur yang kokoh 

• Meningkatkan pertumbuhan tanaman anggur 

• Meningkatkan produksi tanaman anggur 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk stekbung anggur 

Persiapan media tanam 

• Media tanam terlebih dahulu disiapkan satu minggu sebelum penanaman atau perlakuan Stekbung 

• Media tanam dimasukkan dalam polybag ukuran 13 X 20 cm, lalu disiram dengan fungisida berbahan aktif Mefenoksam atau Mankonzeb 3 (tiga) hari sebelum tanam. 

• Lubang tanam dalam polybag dibuat sedalam 7-10 cm dengan lebar 1 cm. 

• Media tanam yang baik digunakan dalam perbanyak stek adalah pasir sungai (ladekan)/+ arang sekam (2:1) 

Persiapan Batang Bawah dan Batang Atas 

• Cabang/ranting stek untuk batang bawah dipotong sepanjang 20-25 cm (3-4 mata tunas), sedangkan untuk batang atas dipotong sepanjang ±10-15 cm ( 1-2 mata tunas) 

• Cabang/stek anggur disterilkan dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif difenoconazole selama 5-10 menit, lalu ditiriskan atau diangin-anginkan dalam ruangan teduh supaya tidak terkena sinar matahari langsung. 

• Cabang/stek anggur diseleksi atau dikelompokkan berdasarkan ukuran diameter cabang/ranting (baik batang bawah maupun batang atas) 

Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Persiapan Batang Bawah dan Batang Atas 

• Cabang/ranting stek untuk batang bawah dipotong sepanjang 20-25 cm (3-4 mata tunas), sedangkan untuk batang atas dipotong sepanjang ±10-15 cm ( 1-2 mata tunas) 

• Cabang/stek anggur disterilkan dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif difenoconazole selama 5-10 menit, lalu ditiriskan atau diangin-anginkan dalam ruangan teduh supaya tidak terkena sinar matahari langsung. 

• Cabang/stek anggur diseleksi atau dikelompokkan berdasarkan ukuran diameter cabang/ranting (baik batang bawah maupun batang atas). 
Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Cara melaksanakan stekbung anggur 

• Stek batang bawah dan batang atas disiapkan. 

• Stek batang bawah dibelah sedalam 2-3 cm tepat pada bagian tengah cabang 

• Stek batang atas disayat pada kedua ujungnya hingga membentuk huruf V sepanjang 2-3 cm. 

• Stek batang atas dimasukkan pada belahan batang bawah. 

• Pertautan kedua batang tersebut diikat dengan tali rafia atau plastik sampai rapat, dimulai dari bawah sampai keatas. 

• Stek yang telah disambung, bagian atasnya dicelupkan ke dalam parafin yang sudah dipanaskan (untuk menghindari panasnya larutan parafin, setelah dicelup ke parafin langsung di celupkan ke air dingin) 

• Setelah di celup larutan parafin, stek yang sudah di sambung stek batang bawah di rendam pada lurutan Rootone-F. 

• Kemudian ditanam pada media yang telah disiapkan 

• Untuk menghindari panas matahari secara langsung, perlu diberi naungan (paranet hitam 40%) 
Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung
Situasi yang perlu diperhatikan dalam melakukan stekbung adalah sebagai berikut : 

1. Kondisi cabang/ranting yang akan digunakan sebagai bahan stek harus cukup umur dan sehat. 

2. Diameter stek berukuran ± 1 cm dengan kulit berwarna cokelat muda cerah. 

3. Bagian bawah kulit telah hijau, berair dan bersih dari noda-noda hitam (Downy Mildeuw) 

4. Perlakuan stekbung sebaiknya dilakukan pada bulan Agustus dan Desember. 

Menjaga tanaman anggur agar senantiasa baik dan sehat perlu usaha keras, pada link artikel berikut ini kami sajikan daftar penyakit-penyakit penting pada anggur dan cara pengendaliannya. 


*) Sumber : Balitjestro

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Budidaya anggur di Indonesia sangat rentan terhadap berbagai penyakit, berikut ini kita sajikan daftar penyakit penting yang sering terjadi pada tanaman anggur dan cara mengendalikannya. 

Penyakit Gejala Cara Pengendalian
Embun tepung palsu, downy mildew (Jamur Plasmopara viticola) * Jamur menyerang daun, tunas dan buah muda, serangan pada ujung tunas menyebabkan kering dan patah.
* Serangan pada sisi atas daun ditandai bercak kuning kehijauan yang tidak berbatas tegas
* Serangan pada buah muda menyebabkan busuk abu-abu
* Kondisi yang menguntungkan perkembangan patogen adalah suhu rendah, kelembapan tinggi, hujan merupakan pemicu epidemi
Menanam kultivar yang tahan (Vitis labrusca) misalnya Delaware. isabella, mengurangi kelembapan kebun, sanitasi kebun dengan memangkas tunas dan buah yang terinfeksi, tanaman dilindungi dengan fungisida tembaga atau fungisida organik, tanaman dilindungi atap plastik pada musim hujan
Penyakit tepung, Mildew (Jamur Uncinula necator) * Jamur menyerang semua jaringan hijau pada anggur, daun muda terinfeksi menjadi berkerut dan kecil, tangkai kluster dan petiole sangat peka
* Pada daun, ranting, bunga dan buah muda terdapat bercak bertepung putih kelabu
* Buah muda yang terinfeksi tidak dapat berkembang sempurna
* Penyebaran spora dibantu oleh angin
* Perkembangan penyakit dibantu oleh cuaca kering (Suhu optimum 20 - 27 derajat celcius, penyakit ini menyebabkan buah cacat dan tidak dapat berkembang serta menurunkan produksi
Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif belerang dan fungisida organik misalnya tepung belerang atau belerang kapur encer (Bubur california), benomyl, thiophanate dan thiophanate-methyl
Penyakit Kudis, antraknose (Jamur Spaceloma ampelinum) * Buah yang sakit terdapat bercak berwarna kelabu dengan tepi coklat tua dengan batas tegas
* Daging buah tetap keras dan pecah
* Fase kritis serangan adalah pada tahap setengah berkembang (buah mengkal), kerugian akibat penyakit ini menyebabkan penurunan kualitas buah pada musim penghujan
Batang dan tunas yang sakit dibuang, tanaman dilindungi dengan fungisida (bubur california, bubur Bordeux, ziram, ferbam) menggunakan para-para yang tinggi.
Penyakit Busuk kapang kelabu, gray mold (Botrytis cinered) * Daging buah membusuk, menjadi massa yang lunak dan berair * Buah yang sakit mengeriput dan berwarna coklat tua
* Banyak menyerang pada buah yang matang di musim hujan, kerugian akibat penyakit ini yakni mengurangi produksi pra dan pasca panen serta mengurangi kandungan juice.
Pemangkasan yang tepat untuk meningkatkan pertukaran udara, penjarangan dan pembungkusan buah, penyemprotan fungisida sebelum panen (belerang oksida, captan, benomyl). Buah disimpan pada suhu rendah jangan memetik buah setelah hujan
Penyakit karat daun (Jamur Physopella ampelopsidis * Sisi bawah daun terdapat tepung berwarna orange yang terdiri dari spora jamur
* Sisi atas daun terdapat bercak-bercak berwarna hijau kekuningan kerugian akibat penyakit ini menurunkan fotosintesa tanaman
Memetik dan membakar daun yang terinfeksi, penyemprotan dengan fungisida (Mankozeb, oksiklorida tembaga atau benomyl)

Dibawah ini kita tampilkan gambar-gambar gejala penyakit pada tanaman anggur, semoga bermanfaat. 
Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya
Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang

Sebagaimana yang pernah kita bahas sebelumnya, perbanyakan kentang bisa dilakukan dengan berbagai macam, salah satu fungsi dari perbanyakan kentang ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pengadaan akan bibit kentang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat atau dalam menunjang perbanyakan bibit kentang bagi pelepasan varietas baru. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang

Sebelumnya macam-macam cara perbanyak kentang sudah kita bahas, sekarang ini kita perjelas lagi dalam bentuk teknik perbanyakan tanaman kentang, bagi sahabat pembaca yang belum membaca bermacam cara perbanyakan kentang silahkan baca pada link artikel dibawah ini. 


Teknik perbanyakan umbi kentang 

A. Perbanyakan dengan Cara Stek Tunas Umbi 

Stek tunas umbi merupakan cara perbanyakan cepat atau tanaman kentang dan dapat meningkatkan nisbah perbanyakan tanaman dari 50 s.d. 300 kali. 

1. Pilih umbi yang bebas dari penyakit, cuci permukaan umbi dengan chlorox 1%. 

2. Setelah dormansi pecah, untuk mendorong pertumbuhan tunas adalah dengan memindahkan umbi setiap 7-10 hari dari tempat gelap ke tempat terang dengan cahaya yang tidak langsung. Keadaan gelap meningkatkan perkembangan ruas dan pertumbuhan cahaya tidak langsung mempertinggi jumlah tunas dan memperpendek ruas. 

3. Tunas yang panjangnya 3 cm merupakan keadaan optimal untuk dipanen tunasnya. Pengambilan ini merangsang tunas lateral dan dapat memperbanyak jumlah tunas yang dapat dipungut dari umbi. 

4. Sebelum memotong tunas, cuci tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia dengan pH tinggi. Dan pakailah pakaian yang bersih sebelum bersentuhan dengan tanaman kentang lainnya. 

5. Tunas dipotong, tiap tunas terdiri dari satu atau beberapa buku, kemudian tunas diakarkan pada media pasir atau media lainnya yang telah disterilkan. 

6. Umbi yang telah diambil tunasnya tadi kemudian dicelupkan ke dalam larutan asam gibberellic (GA) konsentrasi 1 atau 2 ppm selama maksimum 10 menit, untuk meningkatkan pertumbuhan tunas lateral. Setelah tunas lateral cukup panjang dapat dipotong kembali dengan cara seperti di atas. 

7. Satu umbi memproduksi 40 stek tunas dari beberapa kali panen, tergantung dari besar umbi, jumlah mata dan perlakuan dari umbi. 

8. Setelah 15 hari stek tunas sudah siap untuk dipindahkan ke pot tapi tidak ke lapangan dua hari sebelum dipindahkan semprotkan tanaman dengan pupuk daun sebagai tanaman induk untuk stek buku tunggal. 

9. Bila akar yang terbentuk dari stek tunas sudah cukup banyak dan cukup kuat dapat dipindahkan ke lapangan. Produksi rata-rata dari stek tunas di lapangan kira-kira 500 gram umbi normal pertanaman. 

10. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada dibawah ini. 

Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
B. Perbanyakan dengan Cara Stek Buku Tunggal 

Salah satu teknik perbanyakan cepat untuk menghasilkan generasi pertama bibit dasar adalah dengan cara stek buku tunggal. Tanaman induk yang masih muda, yang baru memiliki 5-6 daun tungal dipotong menjadi beberapa bagian, tiap bagian terdiri dari satu buku dan satu helai daun. 

Cara kerja : 

1. Sediakan tanaman induk yang masih kecil yang berasal dari stek tunas, meristem, stek batang, umbi atau biji botani. 

2. Penyetekan dapat dilaksanakan bila tanaman sudah mempunyai 5 sampai 6 helai daun tunggal. Pupuk daun diberikan 2-3 hari sebelum dilakukan penyetekan. 

3. Untuk mencegah penyebaran virus kontak dan penyakit-penyakit lainnya, sebelum kerja cucilah tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia lain yang mempunyai pH tinggi. 

4. Batang dipotong dengan scalpel atau pisau silet yang steril dengan meninggalkan satu helai daun sehat yang paling bawah. 

5. Setelah batang dipotong dari tanaman induknya, potong menjadi beberapa bagian, masing-masing dengan daun dan tunas di bagian tengah stek. 

6. Tanam stek tersebut dalam media pasir halus atau media lainnya yang steril, dengan jarak tanam 5 x 5 cm. 

7. Tunas yang baru, akan tumbuh kembali dan siap untuk dipanen setelah 15-20 hari. Masing-masing tanaman induk dapat dipanen 2 sampai 10 kali. 

8. Penanaman berikutnya dapat lebih banyak menghasilkan stek. Jika dikehendaki stek yang sudah tumbuh dapat dijadikan tanaman induk lagi. Kemudian semua stek yang sudah tumbuh dapat dipindahkan ke lapangan. Produksi rata-rata tanaman dari stek buku mencapai 500 gram. Umbi yang dihasilkan cocok untuk bibit. 

9. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada dibawah ini. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
C. Perbanyakan dengan Cara Stek Batang 

Stek batang digunakan dalam perbanyakan secara cepat. Dengan cara ini dapat dihasilkan 20-60 stek dari masing-masing tanaan induk. Dengan penyetekan dapat mengurangi infeksi penyakit yang terdapat dalam tanah dan nematoda. 

Cara kerjanya adalah sebagai berikut : 

1. Sediakan tanaman induk. Tanaman induk dapat diambil dari hasil stek dengan cara lain atau dengan menanam umbi yang baik. Umbi harus bebas dari penyakit-penyakit penting yang biasanya terdapat dalam umbi. Umbi yang baik dapat menghasilkan jumlah stek yang maksimal. 

2. Tunas dapat dipotong setelah panjangnya mencapai 12-25 cm. Pemotongan tunas yang masih muda dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak daun. 

3. Sebelum melakukan pemotongan, bersihkan dulu tangan dan pisau dengan menggunakan detergen atau bahan kimia lain yang mempunyai pH tinggi. Pakailah pakaian yang bersih. 

4. Potonglah tunas dengan hati-hati, sepanjang 12-15 cm dari pupuk, dimana daun paling bawah jaraknya 4-5 cm dari buku yang pertama. 

5. Jika diperlukan stek dapat dicelupkan dalam hormon akar. Lamanya pencelupan dalam hormon tergantung dari jenis hormon yang dipakai. Pemakaian hormon dapat mempercepat tumbuhnya akar 2-3 hari. Oleh karena itu pemakaian hormon akan tidak selalu dianjurkan. 

6. Stek ditanam dalam media yang telah disterilkan. Medianya dapat berupa media pasir ataupun media campuran antara tanah dengan pupuk kandang. Jarak tanamnya adalah 5 x5 cm. 

7. Tekanlah media di sekitar stek dari arah atas dan samping supaya kontak stek dengan media cukup baik. Untuk memastikan kotak yang baik, tariklah stek pelan-pelan,jika lepas menandakan kontaknya kurang baik. 

8. Sesudah penanaman kemudian disiram dengan hati-hati, air jangan disiramkan 2 jam sebelum dilakukan penyiraman. Frekuensi penyiraman berikutnya tergantung dari penguapan dan temperatur. 

9. Setelah 15 hari stek dapat dipindahkan ke rumah kasa ataupun ke lapangan untuk produksi bibit. 

10. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
D. Perbanyakan dengan Cara Stek Tunas Ketiak Daun 

Stek tunas ketiak daun dipergunakan sebagai teknik perbanyakan cepat, guna mengurangi penyakit yang dibawa umbi dari tanah. 

Langkah-langkah kerja : 

1. Seleksi tanaman yang cocok untuk menjadi tanaman induk. Tanaman yang menuju dewasa dimana daunnya belum muncul merupakan tanaman induk yang baik. 

2. Untuk mencegah penyebaran virus kontak dan penyakit-penyakit lainnya, cucilah tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia yang mempunyai pH tinggi, sebelum melakukan pemotongan. Dan pakailah pakaian yang bersih. 

3. Potong batang tanaman kentang 2-3 cm di atas permukaan tanah. Kemudian potong-potong setiap potongan terdiri dari satu daun dan bakal tunas. Untuk menghindari kelayuan, lindungi bahan untuk stek tunas daun dengan kertas lembab. 

4. Tempatkan stek pada media dengan tunas di bawah permukaan media dengan baik, hindari overlaping dari daun. Tanaman ditanam dalam barisan, jarak ranam stek bervariasi tergantung lebar daun. Jarak tanaman yang normal antara 5-7 cm. 

5. Tekanlah media agar terjadi kontak antara stek dengan media. 

6. Siram dengan semprotan yang halus, hindari penyiraman dengan semprotan yang kuat karena akan merusak kontak antara daun dengan media. Untuk melindungi daun dari kelayuan dan menghindarkan penyinaran yang terlalu panas dapat digunakan naungan. 

7. Umbi kecil mulai terbentuk setelah satu atau dua minggu. Tuberlet dari tanaman stek tunas ketiak daun dapat dipanen setelah semua daun mati, 4-6 minggu setelah tanam, tergantung dari varietas dan temperatur. Masa hidup dari daun yang panjang akan memproduksi tuberlet yang besar. 

8. Tuberlet yang diproduksi rata-rata berukuran 0,5-1 cm. Dengan cara ini dapat diproduksi umbi dalam jumlah besar, cepat dan arealnya tidak luas. 

9. Setelah tuberlet bertunas siap untuk ditanam di lapangan. Produksi dari tuber kecil hasil stek tunas ketiak daun rata-rata 500 gram/tanaman, tergantung dari varietas, jenis tanah dan kondisi iklim, serta pemeliharaan tanaman. 

10. urutan kegiatannya bisa dilihat pada gambar dibawah ini 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
Demikian bermacam mode perbanyakan umbi kentang, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.