Tanaman

Selamat Datang...

Blog sederhana membahas panduan singkat bercocok tanam

MULAIGabung

Sunday, 10 June 2018

Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Berdasarkan teror yang sering diberitakan media-media di Indonesia beberapa tahun bekalangan ini, entah itu karena teroris yang sesungguhnya atau karena terror bencana alam, atau karena bencana alam itu sendiri, pada intinya menjadikan Indonesia sebagai Negara yang sangat akrab dengan bencana. 

Bencana ini bisa terjadi karena pergerakan alam semesta maupun karena ketololan manusia, deretan bencana itu sudah sering kita dengar, rasakan, dan nikmati di setiap headline media. Akibat bencana bermacam-macam salah satunya adalah kelaparan. 

Selama ini sering kita jumpai di lokasi bencana alam makanan yang menjadi menu utama para korban bencana alam adalah mie instan, selain itu ada juga produk makanan padat sejenis biscuit dengan kandungan karbohidrat tinggi tetapi rendah serat. 

Sebagaimana kita tahu sesungguhnya serat itu penting untuk tubuh, kekurangan serat ini juga bisa mengganggu pencernaan, bahkan dalam kasus yang lebih berat lagi kekurangan serat bisa menyebabkan kanker usus. 

Sayuran merupakan bahan pangan yang kaya akan serat namun sering luput dari perhatian tim penanggulangan bencana, terutama dalam penyediaan bahan pangan untuk korban bencana, penyebabkan karena sayur mudah rusak juga susah didistribusikan dalam keadaan segar, karena itulah penting sekali disediakan suatu solusi mengenai makanan siap saji yang instan namun tetap bergizi untuk korban bencana alam. 
Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Salah satu solusinya adalah membuat sup instan yang bisa bertahan lama, sebagaimana kita ketahui untuk menciptakan sebuah sup yang nikmat maka semua itu tidak lepas dari peranan sayur dan penanganan sayur pasca panen. 

Penanganan sayur pascapanen untuk memperpanjang umur penyimpanannya adalah dengan mengeringkan sayur, beberapa teknologi pengeringan yang biasa dilakukan adalah pengeringan konveksi dan konduksi antara lain melalui vakum, microwave dan konveksi panas lainnya (Rahmat, R, 2005). 

Karena sifat sayur itu mudah rusak proses pengeringan dilakukan harus memiliki kemampuan dalam mempertahankan atau meminimalkan perubahan kandungan nutrisi, vitamin, aroma, rasa, dan sifat dehidrasinya dari bahan. 

Pada tahun 2003 lalu balai penelitian dan pengembangan pertanian pascapanen merintis dan mengembangkan sayur kering, dengan mengaplikasikan teknologi pengeringan FIR namanya (Far Infra Red), pengeringan dengan model FIR ini dinilai sangat efisien, karena panas radiasi langsung menembus bagian dalam molekul dan memutuskan ikatan molekul air pada molekul bahan tanpa melalui media perantara (udara) seperti halnya proses konveksi dan konduksi. 

Karena itu teknologi FIR sangat bermanfaat untuk mengamankan karakteristik bahan kering karena perubahan karakteristik fisik dan kimia yang terjadi cukup minimal serta memiliki daya simpan lama, penelitian lebih lanjut dilakukan pada tahun 2009, dengan memformulasikan sayuran kering sebagai komponen dalam sup instan. 

Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Sup instan disini gayanya hampir mirip dengan mie instan, dimana didalamnya terdapat varian produk instan yang terdiri dari sayuran kering, bumbu dan bahan pelengkap lainnya, seperti baso, sosis atau daging giling yang siap disajikan dalam waktu 5 menit saja hanya dengan menambahkan air panas. 

Diagram dibawah ini bisa menggambarkan teknologi pengolahan sup instan dikutip dari agro invoasi sinar tani. 
Ternyata Sup Berpotensi Menjadi Makanan Pemadam Kelaparan Darurat Dan Instan Lagi

Sup instan dalam setiap kemasan 20 gram mengandung nutrisi 66,6% karbohidrat, 4,74 % lemak, 10,48% protein dan 8,22% serat pangan, kadar air produk ini berada pada kisaran 7-8 % sehingga cukup aman untuk penyimpanan jangka lama, berdasarkan pendugaan umur simpanan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), dengan pendekatan persamaan arhenius, produk sup instan dalam kemasan alumunium foil ketebalan 1,2 mm memiliki daya simpan hingga 1 tahun. 

Dengan nilai nutrisi yang cukup tinggi dan umur penyimpanan yang cukup lama, sup instan berpotensi dijadikan sebagai pangan darurat. 

Bagi sahabat pembaca yang tertarik dengan produk ini bisa menghubungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, dengan alamat Jl tentara pelajar No 12 bogor, telp (0251) 8321762.

Thursday, 7 June 2018

Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Anggur masih menjadi prospek agribisnis yang baik di daerah Indonesia pada umumnya, salah satu faktornya barangkali karena anggur bukan tanaman yang termasuk mudah untuk di budidayakan, banyak musuh dan tantangannya, sehingga harga dan ketersediaan buah anggur dipasaran sering kali terbatas jumlahnya. 

Meski demikian banyak juga kita menemukan anggur ditanam di pekarangan rumah, dan sepertinya hal itu lebih kepada hiasan rumah saja, bukan untuk sesuatu yang diperdayakan dengan serius dan ekonomis, meski ada juga perkebunan anggur skala pekarangan namun tidak terlalu signifkan jumnlahnya. 

Memperbanyak anggur tidak mesti dari bijinya bisa juga dilakukan dengan cara stek dan sambung (stekbung), dan kebanyakan cara anggur diperbanyak dengan cara stekbung ini. 

Mengapa kebanyakan orang menggunakan stek dan sambung dalam memperbanyak anggur ? 

Menurut Winkler, Alasan dengan cara penyambungan yaitu untuk memperoleh kebaikan dari batang bawah tertentu, memperbaiki jenis-jenis anggur yang sulit pertumbuhan dan produksinya, memperoleh ketahanan terhadap tanah yang tidak menguntungkan, dan mengubah kebiasaan pertumbuhanya (Winkler, 1973 ). 

Memperbanyak anggur dengan stekbung ini memiliki keuntungan dan kerugian, stekbung merupakan teknik perbanyakan menggabungkan antara stek sebagai batang bawah dengan penyambungan sebagai batang atas. 

STEKBUNG anggur menggabungkan varietas batang atas dengan keunggulan pada kualitas buahnya tetapi lemah dalam sistim perakaran, dengan varietas batang bawah yang memiliki sistim perakaran lebat dan tahan terhadap serangan hama/penyakit. 

Adapun varietas anggur yang baik digunakan sebagai batang bawah adalah Bs. 8, Bs 30, Bs 9, Bs 5, berikut ini keuntungan melakukan perbanyakan stekbung pada anggur. 

• Mengatasi permasalahan tanaman anggur yang perakarannya sedikit 

• Memanfaatkan tanaman anggur yang perakarannya lebat sebagai batang bawah 

• Menghasilkan tanaman anggur yang kokoh 

• Meningkatkan pertumbuhan tanaman anggur 

• Meningkatkan produksi tanaman anggur 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk stekbung anggur 

Persiapan media tanam 

• Media tanam terlebih dahulu disiapkan satu minggu sebelum penanaman atau perlakuan Stekbung 

• Media tanam dimasukkan dalam polybag ukuran 13 X 20 cm, lalu disiram dengan fungisida berbahan aktif Mefenoksam atau Mankonzeb 3 (tiga) hari sebelum tanam. 

• Lubang tanam dalam polybag dibuat sedalam 7-10 cm dengan lebar 1 cm. 

• Media tanam yang baik digunakan dalam perbanyak stek adalah pasir sungai (ladekan)/+ arang sekam (2:1) 

Persiapan Batang Bawah dan Batang Atas 

• Cabang/ranting stek untuk batang bawah dipotong sepanjang 20-25 cm (3-4 mata tunas), sedangkan untuk batang atas dipotong sepanjang ±10-15 cm ( 1-2 mata tunas) 

• Cabang/stek anggur disterilkan dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif difenoconazole selama 5-10 menit, lalu ditiriskan atau diangin-anginkan dalam ruangan teduh supaya tidak terkena sinar matahari langsung. 

• Cabang/stek anggur diseleksi atau dikelompokkan berdasarkan ukuran diameter cabang/ranting (baik batang bawah maupun batang atas) 

Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Persiapan Batang Bawah dan Batang Atas 

• Cabang/ranting stek untuk batang bawah dipotong sepanjang 20-25 cm (3-4 mata tunas), sedangkan untuk batang atas dipotong sepanjang ±10-15 cm ( 1-2 mata tunas) 

• Cabang/stek anggur disterilkan dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif difenoconazole selama 5-10 menit, lalu ditiriskan atau diangin-anginkan dalam ruangan teduh supaya tidak terkena sinar matahari langsung. 

• Cabang/stek anggur diseleksi atau dikelompokkan berdasarkan ukuran diameter cabang/ranting (baik batang bawah maupun batang atas). 
Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung

Cara melaksanakan stekbung anggur 

• Stek batang bawah dan batang atas disiapkan. 

• Stek batang bawah dibelah sedalam 2-3 cm tepat pada bagian tengah cabang 

• Stek batang atas disayat pada kedua ujungnya hingga membentuk huruf V sepanjang 2-3 cm. 

• Stek batang atas dimasukkan pada belahan batang bawah. 

• Pertautan kedua batang tersebut diikat dengan tali rafia atau plastik sampai rapat, dimulai dari bawah sampai keatas. 

• Stek yang telah disambung, bagian atasnya dicelupkan ke dalam parafin yang sudah dipanaskan (untuk menghindari panasnya larutan parafin, setelah dicelup ke parafin langsung di celupkan ke air dingin) 

• Setelah di celup larutan parafin, stek yang sudah di sambung stek batang bawah di rendam pada lurutan Rootone-F. 

• Kemudian ditanam pada media yang telah disiapkan 

• Untuk menghindari panas matahari secara langsung, perlu diberi naungan (paranet hitam 40%) 
Anggur Ditanam Dengan Cara Stekbung
Situasi yang perlu diperhatikan dalam melakukan stekbung adalah sebagai berikut : 

1. Kondisi cabang/ranting yang akan digunakan sebagai bahan stek harus cukup umur dan sehat. 

2. Diameter stek berukuran ± 1 cm dengan kulit berwarna cokelat muda cerah. 

3. Bagian bawah kulit telah hijau, berair dan bersih dari noda-noda hitam (Downy Mildeuw) 

4. Perlakuan stekbung sebaiknya dilakukan pada bulan Agustus dan Desember. 

Menjaga tanaman anggur agar senantiasa baik dan sehat perlu usaha keras, pada link artikel berikut ini kami sajikan daftar penyakit-penyakit penting pada anggur dan cara pengendaliannya. 


*) Sumber : Balitjestro

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Budidaya anggur di Indonesia sangat rentan terhadap berbagai penyakit, berikut ini kita sajikan daftar penyakit penting yang sering terjadi pada tanaman anggur dan cara mengendalikannya. 

Penyakit Gejala Cara Pengendalian
Embun tepung palsu, downy mildew (Jamur Plasmopara viticola) * Jamur menyerang daun, tunas dan buah muda, serangan pada ujung tunas menyebabkan kering dan patah.
* Serangan pada sisi atas daun ditandai bercak kuning kehijauan yang tidak berbatas tegas
* Serangan pada buah muda menyebabkan busuk abu-abu
* Kondisi yang menguntungkan perkembangan patogen adalah suhu rendah, kelembapan tinggi, hujan merupakan pemicu epidemi
Menanam kultivar yang tahan (Vitis labrusca) misalnya Delaware. isabella, mengurangi kelembapan kebun, sanitasi kebun dengan memangkas tunas dan buah yang terinfeksi, tanaman dilindungi dengan fungisida tembaga atau fungisida organik, tanaman dilindungi atap plastik pada musim hujan
Penyakit tepung, Mildew (Jamur Uncinula necator) * Jamur menyerang semua jaringan hijau pada anggur, daun muda terinfeksi menjadi berkerut dan kecil, tangkai kluster dan petiole sangat peka
* Pada daun, ranting, bunga dan buah muda terdapat bercak bertepung putih kelabu
* Buah muda yang terinfeksi tidak dapat berkembang sempurna
* Penyebaran spora dibantu oleh angin
* Perkembangan penyakit dibantu oleh cuaca kering (Suhu optimum 20 - 27 derajat celcius, penyakit ini menyebabkan buah cacat dan tidak dapat berkembang serta menurunkan produksi
Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif belerang dan fungisida organik misalnya tepung belerang atau belerang kapur encer (Bubur california), benomyl, thiophanate dan thiophanate-methyl
Penyakit Kudis, antraknose (Jamur Spaceloma ampelinum) * Buah yang sakit terdapat bercak berwarna kelabu dengan tepi coklat tua dengan batas tegas
* Daging buah tetap keras dan pecah
* Fase kritis serangan adalah pada tahap setengah berkembang (buah mengkal), kerugian akibat penyakit ini menyebabkan penurunan kualitas buah pada musim penghujan
Batang dan tunas yang sakit dibuang, tanaman dilindungi dengan fungisida (bubur california, bubur Bordeux, ziram, ferbam) menggunakan para-para yang tinggi.
Penyakit Busuk kapang kelabu, gray mold (Botrytis cinered) * Daging buah membusuk, menjadi massa yang lunak dan berair * Buah yang sakit mengeriput dan berwarna coklat tua
* Banyak menyerang pada buah yang matang di musim hujan, kerugian akibat penyakit ini yakni mengurangi produksi pra dan pasca panen serta mengurangi kandungan juice.
Pemangkasan yang tepat untuk meningkatkan pertukaran udara, penjarangan dan pembungkusan buah, penyemprotan fungisida sebelum panen (belerang oksida, captan, benomyl). Buah disimpan pada suhu rendah jangan memetik buah setelah hujan
Penyakit karat daun (Jamur Physopella ampelopsidis * Sisi bawah daun terdapat tepung berwarna orange yang terdiri dari spora jamur
* Sisi atas daun terdapat bercak-bercak berwarna hijau kekuningan kerugian akibat penyakit ini menurunkan fotosintesa tanaman
Memetik dan membakar daun yang terinfeksi, penyemprotan dengan fungisida (Mankozeb, oksiklorida tembaga atau benomyl)

Dibawah ini kita tampilkan gambar-gambar gejala penyakit pada tanaman anggur, semoga bermanfaat. 
Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya
Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Penyakit-Penyakit Penting Yang Ada Pada Tanaman Anggur Dan Pengendaliannya

Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang

Sebagaimana yang pernah kita bahas sebelumnya, perbanyakan kentang bisa dilakukan dengan berbagai macam, salah satu fungsi dari perbanyakan kentang ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pengadaan akan bibit kentang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat atau dalam menunjang perbanyakan bibit kentang bagi pelepasan varietas baru. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang

Sebelumnya macam-macam cara perbanyak kentang sudah kita bahas, sekarang ini kita perjelas lagi dalam bentuk teknik perbanyakan tanaman kentang, bagi sahabat pembaca yang belum membaca bermacam cara perbanyakan kentang silahkan baca pada link artikel dibawah ini. 


Teknik perbanyakan umbi kentang 

A. Perbanyakan dengan Cara Stek Tunas Umbi 

Stek tunas umbi merupakan cara perbanyakan cepat atau tanaman kentang dan dapat meningkatkan nisbah perbanyakan tanaman dari 50 s.d. 300 kali. 

1. Pilih umbi yang bebas dari penyakit, cuci permukaan umbi dengan chlorox 1%. 

2. Setelah dormansi pecah, untuk mendorong pertumbuhan tunas adalah dengan memindahkan umbi setiap 7-10 hari dari tempat gelap ke tempat terang dengan cahaya yang tidak langsung. Keadaan gelap meningkatkan perkembangan ruas dan pertumbuhan cahaya tidak langsung mempertinggi jumlah tunas dan memperpendek ruas. 

3. Tunas yang panjangnya 3 cm merupakan keadaan optimal untuk dipanen tunasnya. Pengambilan ini merangsang tunas lateral dan dapat memperbanyak jumlah tunas yang dapat dipungut dari umbi. 

4. Sebelum memotong tunas, cuci tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia dengan pH tinggi. Dan pakailah pakaian yang bersih sebelum bersentuhan dengan tanaman kentang lainnya. 

5. Tunas dipotong, tiap tunas terdiri dari satu atau beberapa buku, kemudian tunas diakarkan pada media pasir atau media lainnya yang telah disterilkan. 

6. Umbi yang telah diambil tunasnya tadi kemudian dicelupkan ke dalam larutan asam gibberellic (GA) konsentrasi 1 atau 2 ppm selama maksimum 10 menit, untuk meningkatkan pertumbuhan tunas lateral. Setelah tunas lateral cukup panjang dapat dipotong kembali dengan cara seperti di atas. 

7. Satu umbi memproduksi 40 stek tunas dari beberapa kali panen, tergantung dari besar umbi, jumlah mata dan perlakuan dari umbi. 

8. Setelah 15 hari stek tunas sudah siap untuk dipindahkan ke pot tapi tidak ke lapangan dua hari sebelum dipindahkan semprotkan tanaman dengan pupuk daun sebagai tanaman induk untuk stek buku tunggal. 

9. Bila akar yang terbentuk dari stek tunas sudah cukup banyak dan cukup kuat dapat dipindahkan ke lapangan. Produksi rata-rata dari stek tunas di lapangan kira-kira 500 gram umbi normal pertanaman. 

10. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada dibawah ini. 

Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
B. Perbanyakan dengan Cara Stek Buku Tunggal 

Salah satu teknik perbanyakan cepat untuk menghasilkan generasi pertama bibit dasar adalah dengan cara stek buku tunggal. Tanaman induk yang masih muda, yang baru memiliki 5-6 daun tungal dipotong menjadi beberapa bagian, tiap bagian terdiri dari satu buku dan satu helai daun. 

Cara kerja : 

1. Sediakan tanaman induk yang masih kecil yang berasal dari stek tunas, meristem, stek batang, umbi atau biji botani. 

2. Penyetekan dapat dilaksanakan bila tanaman sudah mempunyai 5 sampai 6 helai daun tunggal. Pupuk daun diberikan 2-3 hari sebelum dilakukan penyetekan. 

3. Untuk mencegah penyebaran virus kontak dan penyakit-penyakit lainnya, sebelum kerja cucilah tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia lain yang mempunyai pH tinggi. 

4. Batang dipotong dengan scalpel atau pisau silet yang steril dengan meninggalkan satu helai daun sehat yang paling bawah. 

5. Setelah batang dipotong dari tanaman induknya, potong menjadi beberapa bagian, masing-masing dengan daun dan tunas di bagian tengah stek. 

6. Tanam stek tersebut dalam media pasir halus atau media lainnya yang steril, dengan jarak tanam 5 x 5 cm. 

7. Tunas yang baru, akan tumbuh kembali dan siap untuk dipanen setelah 15-20 hari. Masing-masing tanaman induk dapat dipanen 2 sampai 10 kali. 

8. Penanaman berikutnya dapat lebih banyak menghasilkan stek. Jika dikehendaki stek yang sudah tumbuh dapat dijadikan tanaman induk lagi. Kemudian semua stek yang sudah tumbuh dapat dipindahkan ke lapangan. Produksi rata-rata tanaman dari stek buku mencapai 500 gram. Umbi yang dihasilkan cocok untuk bibit. 

9. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada dibawah ini. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
C. Perbanyakan dengan Cara Stek Batang 

Stek batang digunakan dalam perbanyakan secara cepat. Dengan cara ini dapat dihasilkan 20-60 stek dari masing-masing tanaan induk. Dengan penyetekan dapat mengurangi infeksi penyakit yang terdapat dalam tanah dan nematoda. 

Cara kerjanya adalah sebagai berikut : 

1. Sediakan tanaman induk. Tanaman induk dapat diambil dari hasil stek dengan cara lain atau dengan menanam umbi yang baik. Umbi harus bebas dari penyakit-penyakit penting yang biasanya terdapat dalam umbi. Umbi yang baik dapat menghasilkan jumlah stek yang maksimal. 

2. Tunas dapat dipotong setelah panjangnya mencapai 12-25 cm. Pemotongan tunas yang masih muda dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak daun. 

3. Sebelum melakukan pemotongan, bersihkan dulu tangan dan pisau dengan menggunakan detergen atau bahan kimia lain yang mempunyai pH tinggi. Pakailah pakaian yang bersih. 

4. Potonglah tunas dengan hati-hati, sepanjang 12-15 cm dari pupuk, dimana daun paling bawah jaraknya 4-5 cm dari buku yang pertama. 

5. Jika diperlukan stek dapat dicelupkan dalam hormon akar. Lamanya pencelupan dalam hormon tergantung dari jenis hormon yang dipakai. Pemakaian hormon dapat mempercepat tumbuhnya akar 2-3 hari. Oleh karena itu pemakaian hormon akan tidak selalu dianjurkan. 

6. Stek ditanam dalam media yang telah disterilkan. Medianya dapat berupa media pasir ataupun media campuran antara tanah dengan pupuk kandang. Jarak tanamnya adalah 5 x5 cm. 

7. Tekanlah media di sekitar stek dari arah atas dan samping supaya kontak stek dengan media cukup baik. Untuk memastikan kotak yang baik, tariklah stek pelan-pelan,jika lepas menandakan kontaknya kurang baik. 

8. Sesudah penanaman kemudian disiram dengan hati-hati, air jangan disiramkan 2 jam sebelum dilakukan penyiraman. Frekuensi penyiraman berikutnya tergantung dari penguapan dan temperatur. 

9. Setelah 15 hari stek dapat dipindahkan ke rumah kasa ataupun ke lapangan untuk produksi bibit. 

10. Urut-urutan pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
D. Perbanyakan dengan Cara Stek Tunas Ketiak Daun 

Stek tunas ketiak daun dipergunakan sebagai teknik perbanyakan cepat, guna mengurangi penyakit yang dibawa umbi dari tanah. 

Langkah-langkah kerja : 

1. Seleksi tanaman yang cocok untuk menjadi tanaman induk. Tanaman yang menuju dewasa dimana daunnya belum muncul merupakan tanaman induk yang baik. 

2. Untuk mencegah penyebaran virus kontak dan penyakit-penyakit lainnya, cucilah tangan dan pisau dengan detergen atau bahan kimia yang mempunyai pH tinggi, sebelum melakukan pemotongan. Dan pakailah pakaian yang bersih. 

3. Potong batang tanaman kentang 2-3 cm di atas permukaan tanah. Kemudian potong-potong setiap potongan terdiri dari satu daun dan bakal tunas. Untuk menghindari kelayuan, lindungi bahan untuk stek tunas daun dengan kertas lembab. 

4. Tempatkan stek pada media dengan tunas di bawah permukaan media dengan baik, hindari overlaping dari daun. Tanaman ditanam dalam barisan, jarak ranam stek bervariasi tergantung lebar daun. Jarak tanaman yang normal antara 5-7 cm. 

5. Tekanlah media agar terjadi kontak antara stek dengan media. 

6. Siram dengan semprotan yang halus, hindari penyiraman dengan semprotan yang kuat karena akan merusak kontak antara daun dengan media. Untuk melindungi daun dari kelayuan dan menghindarkan penyinaran yang terlalu panas dapat digunakan naungan. 

7. Umbi kecil mulai terbentuk setelah satu atau dua minggu. Tuberlet dari tanaman stek tunas ketiak daun dapat dipanen setelah semua daun mati, 4-6 minggu setelah tanam, tergantung dari varietas dan temperatur. Masa hidup dari daun yang panjang akan memproduksi tuberlet yang besar. 

8. Tuberlet yang diproduksi rata-rata berukuran 0,5-1 cm. Dengan cara ini dapat diproduksi umbi dalam jumlah besar, cepat dan arealnya tidak luas. 

9. Setelah tuberlet bertunas siap untuk ditanam di lapangan. Produksi dari tuber kecil hasil stek tunas ketiak daun rata-rata 500 gram/tanaman, tergantung dari varietas, jenis tanah dan kondisi iklim, serta pemeliharaan tanaman. 

10. urutan kegiatannya bisa dilihat pada gambar dibawah ini 
Teknik Perbanyakan Tanaman Kentang
Demikian bermacam mode perbanyakan umbi kentang, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

Macam-Macam Cara Perbanyakan Kentang

Umumnya petani menanam kentang di dataran tinggi hal ini karena kentang memang cocok tumbuh pada daerah ketinggian, ketinggian daerah yang baik untuk pertumbuhan kentang adalah kisaran 1000 – 2000 meter dari permukaan laut, dengan suhu 14 – 22 derajat celcius, dan kentang akan tumbuh dengan baik jika curah hujan berada pada 1000 – 15000. 

Perihal menanam kentang di dataran tinggi ini sudah pernah kita bahas pada artikel sebelumnya, bagi sahabat yang ingin mengetahui lebih lanjut silahkan ikuti link artikel kami dibawah ini 


Sekarang kita membahas tentang cara memperbanyak kentang, dalam memenuhi kebutuhan pengadaan akan bibit kentang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat atau dalam menunjang perbanyakan bibit kentang bagi pelepasan varietas baru, dilakukan perbanyakan secara cepat. 
Macam-Macam Cara Perbanyakan Kentang
(Budidaya kentang, Foto : Balitsa)
Dengan perbanyakan secara cepat ratio perbanyakan menjadi 1:40 sampai dengan 1 berbanding beberapa ribu stek tiap tahun, dimana setiap stek dapat menghasilkan 5 umbi atau bahkan lebih. Hal ini tentu saja sangat besar perbedaannya bila dibandingkan dengan perbanyakan bibit secara tradisonal dimana perbanyakan kentang dilakukan melalui umbi, satu umbi hanya menghasilkan 3 sampai dengan 15 umbi bibit. 

Dalam perbanyakan bibit kentang secara cepat memerlukan tenaga yang intensif di samping alat –alat khusus dan fasilitas tertentu, seperti rumah kaca yang bebas dari serangga. Namun demikian fasilitas ini sebenarnya dapat dibuat secara praktis sederhana dan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia. Perbanyakan secara cepat dapat meningkatkan harga bibit tetapi dengan produksi yang lebih besar, cara ini dapat menekan peningkatan harga tersebut, cara ini selain dapat mengurangi jumlah daur perbanyakan serta juga dapat meningkatkan kesehatan bibit. 

Berikut cara perbanyakan umbi kentang yang bisa dilakukan : 

Stek Tunas Umbi 

Tunas-tunas diambil dari umbi-umbi yang telah diseleksi, kemudian tunas dipotong-potong menjadi beberapa bagian dengan satu buku atau lebih pada setiap potongannya. Potongan ini ditumbuhkan atau diakarkan pada medium pasir halus dengan diameter lebih kecil dari 1 mm. Setelah potongan-potongan tunas tumbuh dengan baik dapat dipindahkan ke rumah sere atau ke lapangan. 

Umbi yang disimpan di tempat gelap akan menghasilkan tunas-tunas yang panjang dan berwarna pucat sehingga lebih mudah dilakukan pemotongan. Sedangkan umbi yang disimpan di tempat terang menghasilkan tunas yang pendek dan berwarna hijau sehingga sulit dalam melakukan pemotongan, walaupun tunas yang panjang dan berwarna pucat mudah untuk dipotong, tetapi stek yang berasal dari tunas yang berwarna pucat kadang-kadang sulit berakar, untuk mendapatkan tunas yang lebih mudah dipotong dan mempunyai kemampuan berakar yang cukup baik dilakukan penyimpanan umbi beberapa hari di kamar gelap dan beberapa hari di tempat terang. 

Jumlah stek tunas dapat ditingkatkan dengan jalan merangsang pertumbuhan tunas lateral. Caranya yaitu dengan memotong ujung tunas ketika panjangnya mencapi 2 atau 3 cm kemudian dicelupkan umbi tersebut pada larutan asam gibberelat 1 atau 2 ppm. Besarnya pertambahan jumlah stek dengan jalan stimulasi ini tergantung pada panjangnya pertumbuhan tunas lateral, besarnya stek asal dan kemampuan stek yang kecil untuk berakar. 

Stek Buku Tunggal 

Stek ini diambil dari tanaman muda yang berasal dari stek tunas ataupun stek muda yang berasal dari umbi kecil (kurang dari 10 gram). Tanaman yang telah mempunyai 5 sampai 6 daun dipotong, dan ditinggalkan satu daun yang besar pada bagian bawah tanaman supaya terjadi pertumbuhan tunas kembali dari tanaman tersebut. Dua sampai sepuluh kali pengambilan stek dapat dilakukan dengan tetap meninggalkan daun baru yang tua pada setiap pengambilan stek. Setiap batang dipotong-potong menjadi beberapa bagian, setiap bagian harus mempunyai buku dan daun. Tanamkan potongan-potongan dipindahkan ke lapangan maupun digunakan sebagai induk untuk perbanyakan berikutnya. Hama dan penyakit yang bukan tular umbi umumnya dapat dihindari dengan cara ini, kecuali bila terjadi kontaminasi. Setiap stek buku tunggal dapat menghasilkan sampai dengan 500 gram umbi setiap tanaman di lapangan. 

Stek Batang 

Stek batang digunakan secara luas dalam memproduksi bibit dasar. Keuntungan utama dari cara ini ialah dapat menghindari hama dan penyakit tular tanah, karena stek ini memisahkan hubungan antara umbi dengan tanah. Satu umbi dapat menghasilkan 20 sampai 60 stek, dimana setiap steknya dapat menghasilkan 0,5 sampai 1 kg umbi bila ditanam di lapangan. 

Tanaman induk yang telah mencapai tinggi 20 sampai 30 cm dipotong ujung-ujung batangnya untuk merangsang pertumbuhan tunas lateral. Tunas-tunas inilah yang dipakai untuk stek tunas dan dipotong bila panjangnya telah mencapai 10 sampai 15 cm, tunas-tunas ini kemudian diakarkan pada medium pasir kasar (diameter 0,5 sampai 2 mm) atau pada kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 3 untuk kompos dan 2 untuk tanah. Jarak tanamnya 5 x 5 cm. 

Lamanya pengakaran tergantung dari kondisi setempat tetapi umumnya memakan waktu 15 hari. Stek yang telah berakar ditanam di rumah kasa (Screen house) atau di lapangan untuk produksi bibit. 

Stek Buku Daun 

Stek buku daun dapat dilakukan pada setiap varietas tanaman kentang. Stek buku daun dilakukan untuk produksi umbi ukuran kecil yang akan digunakan sebagai bibit. Batang yang hampir mendekati tua dan belum tumbuh pada ketiak daunnya merupakan batang yang tepat untuk digunakan stek buku daun. Batang tersebut kemudian dipotong-potong dimana setiap potongan mempunyai satu buku dan daun, kemduian stek ini ditanam pada medium dan daunnya dibiarkan berada di atas permukaan medium. Setelah 4 sampai 6 minggu akan berbentuk umbi kecil pada ketiak daun. Umbi-umbi kecil tersebut berdiameter 0,5 sampai 1 cm, dipanen setelah daun-daunnya mati. Pertambahan nisbah hasil tergantung dari berapa banyak yang dapat dipakai untuk stek, satu tanaman dapat menghasilkan 100 sampai 120 umbi. Bila umbi kecil ini ditanam di lapangan maka dapat menghasilkan umbi-umbian normal sebanyak 0,5 sampai 1 kg. 

Umbi-umbi kecil hasil dari stek buku daun mudah sekali menyusut sehingga kadang-kadang masa dormansi umbi tidak dapat dipercahkan sehingga mengurangi jumlah bibit umbi kecil. Masalah masa dormansi ini dapat dipecahkan dengan cara menyimpannya pada lemari pendingin dengan temperatur 4°C dimana cara ini merupakan cara yang lebih baik bila dibandingkan dengan penggunaan zat-zat kimia. 

Kultur Jaringan pada Tanaman Kentang 

Kultur jaringan pada tanaman kentang dikembangkan untuk menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dan bebas virus, juga digunakan dalam penyimpanan materi plasma nutfah. 

Jaringan yang diambil untuk kultur jaringan pada tanaman kentang ialah bagian meristem dimana sel-selnya aktif membelah. Meristem ini dapat diambil dari bagian tunas ujung, tunas ketiak maupun tunas umbi. Tunas dapat diambil langsung dari tanaman kentang sepanjang kira-kira 2 cm, kemudian disterilkan dan dibilas aquadest. Pengambilan meristem dilakukan di dalam transfer box di bawah mikroskop stereo dengan pembesaran 25-40 kali. Setelah meristem dipotong, langsung ditanam ke dalam test tube atau botol kecil 10 cc, baik yang berisi media padat maupun media cair dengan sumbatan kertas saring atau kapas, atau juga sumbat gabus. 

Media yang digunakan ialah media Murashige & Skoog (1962) dilengkapi dengan 0,25 ml/l Benzyl Amino Purine, 0,5 mg/l Gibberillic Acid, 3% Sucrose dan 0,6% agar, pH media dibuat 5,6. Setelah dimasukkan ke dalam test tube dan ditutup kapas, disterilkan dalam autoclave pada tanaman 15 psi dengan temperatur 121°C selama 15 menit. 

Kultur diinkubasikan pada ruangan dengan temperatur 24°C sampai 27°C, kelembaban 80% dan lamanya penyinaran 14 jam per hari yang berasal dari lampu TL 40 watt. Sub kultur dapat dilakukan 3-4 minggu kemudian tergantung temperatur 121°C selama 15 menit. 

Pengujian virus dapat dilakukan pada plantet dan meristem kultur maupun tuberlet yang sudah diperbanyak dengan melalui uji serologi (Elisa test, latex test, dsb), tanaman indikator maupun mikroskop elektron. Bibit atau plantlet yang bebas virus tetap dipertahankan untuk perbanyakan berikutnya. 

Bila jaringan menghasilkan plantlet yang bebas virus, plantlet tersebut dapat diperbanyak baik dengan perbanyakan tunas maupun dengan stek buku tunggal. Plantlet dengan buku yang masih pendek dapat diperbanyak pada medium padat, setelah panjang baru diperbanyak dalam medium cair. Pengerjaan dilakukan di transfer box dengan alat dan cara sama dengan kultur jaringan hanya disini pemotongan dilakukan tiap buku, tepat di atas tunas ketiak daun. 

Biasanya sudah siap diperbanyak kembali in-vitro setelah 3-4 minggu. Dari satu plantlet dapat menghasilkan 4-5 stek untuk membentuk plantlet berikutnya. 

Cara detail tentang teknik perbanyakan kentang diatas akan kita bahas dalam artikel berikutnya, semoga bermanfaat. 

Sumber pustaka 

Duriat, A.S. 1984. Deteksi penyakit virus pada kentang. Kumpulan Makalah Latihan Teknik Pembibitan Kentang. Balai Penelitian Hortikultura Lembang. 5 p. 

Oldman, R.L. 1985. A compilation of climatological data Compiled by Division of Agroclimatology. Research Institute for Food Crops Departement of Plant Physiology, Bogor. 

Azirin , A.A. 1984. Program Balai Penelitian Hortikultura Lembang dalam Pelita IV. Publikasi Balai Penelitian Hortikultura Lembang. 

Goodwin, P.B., Y.C. Kim, T. Adisarwanto. 1980. Propagation of potato by shoot tip culture. I shoot multiplication. Potato Res. 23. 

Harris, P.M. 1978. The potato crop the scientific basis for improvement. Chapman & Hall, London. 

Hidayat, I. 1983. Percobaan pendahuluan pengujian beberapa media kultur meristem kentang. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Hortikultura Lembang. 

Sunaryono, Hendro. 1981. Pengantar pengetahuan dasar hortikultura II. Penerbit C.V. Sinar Baru, Bandung.