Saturday, 6 September 2014

Ekologi Tanaman Cengkeh (Eugenia aromatica)

Ekologi Tanaman Cengkeh (Eugenia aromatica)

Hasil utama yang diambil dari tanaman cengkeh ini adalah bunganya, dimanfaatkan untuk rempah-rempah, campuran rokok kretek, obat dan sebagainya. Selain bunganya, tangkai bunga dan daunnya juga dapat dimanfaatkan, selain untuk campuran rokok, minyak atsiri yang dikandungnya dapat juga dijual.

Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli dari Indonesia tepatnya dari pulau Makian Maluku. Ketinggian tempat penyebarannya antara ketinggian 0 sampai 900 meter dari permukaan laut. Di atas 900 meter, cengkeh juga dapat tumbuh tetapi umur berbunganya sangat lambat dan produksi bunganya sangat rendah, umumnya keadaan tersebut berkolerasi positif dengan altitude.

Pertumbuhan cengkeh dan proses pembungaannya serta munculnya penyakit-penyakit seperti mati bujang ataupun penyakit lain, erat sekali hubungannya dengan iklim setempat dan tanah tempat tumbuhnya. Akibat yang ditimbulkan adalah gangguan fisiologis, sehingga tanaman menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

Tanaman cengkeh menginginkan suhu antara 21 sampai 2 derajat celsius dengan iklim yang basah. Curah hujan yang disukai oleh cengkeh antara 1500 sampai 3000 mm per tahun merata sepanjang tahun dan sangat disukai curah hujan per bulannya 80 mm atau lebih sedikit.

Cengkeh merupakan tanaman yang sangat tisak tahan terhadap kekeringan. Cengkeh yang gagal berbunga dan tumbuh merana di daerah-daerah yang mempunyai musim kering yang tegas dan daya pengikatan tanah terhadap air rendah. Mengenai curah hujan ini, ternyata berkaitan erat dengan kualitas bunga cengkeh. Untuk rokok kretek, cengkeh yang baik berasal dari daerah-daerah yang mempunyai curah hujan dengan kisaran antara 1500 sampai 1800 mm per tahun.

Cengkeh menyukai tanah yang gembur, tidak ada cadas sampai beberapa meter ke bawah dan berdrainase baik (tidak ada air tergenang). Selain itu, air tanah harus dalam sekitar 3 meter dari permukaan tanah. Sebagai pedoman dapat dilihat pada sumur-sumur yang berdekatan dengan areal pertanaman. Keadaan topografi, juga memiliki pengaruh. Tanah-tanah yang lereng dan menghadap ke arah matahari terbit sangat baik untuk pertanaman cengkeh, yang penting drainase dan aerasinya baik sehingga pertumbuhan akar baik serta sempurna.

Tanah-tanah Latosol, Andosol, dan Podzolik dapat digunakan untuk menanam tanaman cengkeh.

pH tanah yang cukup toleran untuk tanaman cengkeh adalah tanah asam sampai netral dengan kisaran nilai antara 4 sampai 7.

menanam-tanaman
(Sumber foto: www.produknaturalnusantara.com)

Ekologi Tanaman Cengkeh (Eugenia aromatica)
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan Artikel di atas? Silakan berlangganan artikel terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Kepada pembaca setia kami yang meninggalkan komentar dengan mencantumkan link aktif, tanpa mengurangi rasa hormat komentar anda akan kami delete.

Untuk menambahkan komentar anda harus menjadi anggota blog ini, isi formulir pendaftaran dibawah ini .
Daftar menjadi anggota

Jika ingin menambahkan komentar tapi tidak mau menjadi member blog, silahkan komentar menggunakan kolom komentar facebook.

Terima kasih atas atensi dan kesopanan anda.

Note: only a member of this blog may post a comment.