Friday, 25 May 2018

Cara Membudidayakan Sayur Buncis

Cara Membudidayakan Sayur Buncis

Buncis (Phaseolus vulgaris L) merupakan sayuran buah yang termasuk family leguminose, tanaman buncis cocok dibudidayakan dan berproduksi baik pada dataran medium maupun dataran tinggi tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat indeterminate), dan tipe tegak berbentuk semak dan bersifat determinate. 

Kultivar merambat memiliki percabangan yang lebih banyak dan jumlah buku bunga yang lebih besar, tipe buncis rambat panjangnya dapat mencapai 3 meter dan mudah rebah, shingga memerlukan lanjaran/turus agar dia bisa tumbuh dengan baik. 

Tipe tegak umumnya pendek dengan tinggi tidak lebih dari 60 cm, harga lanjaran yang mahal di beberapa daerah pertanaman buncis rambat, mendorong usaha beralih ke buncis tegak, buncis tegak berbunga serempak dan tidak memerlukan turus atau lanjaran, sehingga dapat menghemat biaya usaha tani kira-kira sebesar 30 %. 

Persyaratan tumbuh sayur buncis 

Tanaman buncis tegak dapat tumbuh optimum pada suku 20 – 25 derajat celcius, pada ketinggian 300 – 600 m dpl dengan pH 5,8,6, buncis rambat tumbuh baik pada daerah bersuhu dingin dengan ketinggian 1000 – 1500 mdpl, buncis rentan terhadap kekeringan dan genangan air, sehingga sebaiknya ditanam pada daerah dengan irigasi dan drainase yang baik, tanaman ini sangat cocok tumbuh di tanah lempung ringan dengan drainase yang baik. 

Budidaya buncis 

Varietas yang dianjurkan 

Varietas buncis tipe merambat yang dianjurkan antara lain ialah horti-1, horti-2, dan horti-3, sedangkan varietas buncis tegak ialah Balitsa 1, Balitsa 2, dan Balitsa 3, kebutuhan benih per hektar ialah sebesar 20 – 30 kg untuk buncis rambat dan untuk buncis tegak sebesar 40 – 60 kg/ha. 

Cara Membudidayakan Sayur Buncis
Pola tanam buncis 

Pada beberapa daerah tanaman buncis ditumpangsarikan dengan jagung dan okra dengan memanfaatkan batang tanaman tersebut sebagai lanjaran. 

Penyiapan lahan penanaman buncis 

Pengolahan tanah dilakukan kurang lebih satu minggu sebelum tanam dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm, dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, ketinggian bedengan 30 cm dan antara bedengan 30 cm dan antara bedengan dibuat parit sebesar 50 cm 

Penanaman 

a. Waktu tanam 

Produksi dapat berkurang jika pada saat pembungaan terjadi hujan, karena bunga akan berguguran, sehingga sebaiknya waktu tanam yang tepat pada akhir musim hujan, selain juga pemilihan barietas yang tepat. 

b. Jarak tanam dan populasi tanaman 

Jarak tanam hendaknya mempertimbangkan produksi yang akan dicapai, kemudahan pemeliharaan dan kemudahan saat panen, jarak tanam untuk buncis tegak 30 cm x 40 cm, sedangkan untuk buncis rambat 70 cm x 40 cm. 

c. Cara penanaman 

Kedalaman tanam berkisar 3 – 8 cm, dibuat dengan cara ditugal dan setiap lubang tanam disis dua biji. 

Pemupukan 

Pupuk yang digunakan terdiri atas pupuk kandang kuda atau ayam 15 ton/ha, TSP 250 kg/ha dan KCL 250 kg/ha sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara disebar dan diratakan bersamaan dengan pengolahan tanah, Pupuk N berupa urea dan ZA denga perbandingan 1 : 2 sebanyak 300 kg/ha diberikan pada umur 1 dan 3 minggu setelah tanam masing-masing dengan setengah dosis. 

Pemberian pupuk susulan dilakukan dengan cara meletakkan pupuk dalam tanah yang telah ditugal sedalam 10 cm dan sekitar 10 cm dari tanaman, setelah pupuk dimasukkan lubang ditutup kembali dengan tanah. 

Pemeliharaan tanaman buncis 

Penyulaman 

Dilakukan jika ada benih yang rusak atau tidak tumbuh, dan dilakukan sampai sekitar 7 – 10 hari setelah tanam, penyulaman dilakukan agar jumlah tanaman persatuan luas tetap optimum sehingga target produksi tercapai. 

Penyiangan 

Dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan tangan atau menggunakan alat 

Pengairan 

Dilakukan setiap sore sampai benih tumbuh sedangkan penyiraman selanjutnya disesuaikan dengan kondisi lahan pertanaman dan kondisi tanaman. 

Pengendalian OPT pada buncis 

Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, perlu diperhatikan sanitasi lahan dan drainase yang baik, jika menggunakan pestisida sebaiknya menggunakan jenis pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi dan pestisida nabati, dalam penggunaan pestisida harus tepat pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya. 

Panen dan pasca panen tanaman buncis 

Pada kondisi pertanaman yang optimum, tanaman buncis tipe semak/tegak dapat dipanen pada umur 40-45 hari, sedangkan tipe merambat umumnya memerlukan 10-20 hari lebih lama untuk dapat dipanen. 

Cara Membudidayakan Sayur Buncis
Buncis tegak dapat dipanen sebanyak 4-5 kali, sedangkan buncis rambat 12 – 13 kali produksi, polong buncis rambat panenya bisa mencapai 24-40 ton/ha dan buncis tegak 20-24 ton/ha, panen polong dilakukan pada saat polong masih muda dan bijinya belum menonjol ke permukaan polong dan biasanya itu terjadi pada saat 2 – 3 minggu sejak bunga mekar, apabila panennya lambat, hasilnya akan meningkat tetapi kualitasnya cepat menurun karena biji dalam polong berkembang dan menyebabkan permukaan polong bergelombang, penyimpanan pada suhu 5 – 10 derajat celcius, dan RH 95% dapat menjaga umur simpanan polong selama 2 – 3 minggu. 

*) sumber : Balai penelitian sayur oleh Diny Djuariah
Cara Membudidayakan Sayur Buncis
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan Artikel di atas? Silakan berlangganan artikel terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Kepada pembaca setia kami yang meninggalkan komentar dengan mencantumkan link aktif, tanpa mengurangi rasa hormat komentar anda akan kami delete.

Untuk menambahkan komentar anda harus menjadi anggota blog ini, isi formulir pendaftaran dibawah ini .
Daftar menjadi anggota

Jika ingin menambahkan komentar tapi tidak mau menjadi member blog, silahkan komentar menggunakan kolom komentar facebook.

Terima kasih atas atensi dan kesopanan anda.

Note: only a member of this blog may post a comment.