Thursday, 24 May 2018

Cara Membudidayakan Selada Tanpa Hidroponik

Cara Membudidayakan Selada Tanpa Hidroponik

Sayuran selada paling banyak saya temukan dalam hidangan sebagai lalapan, dan menurut saya rasanya memang enak ketika dijadikan sebagai lalapan, apalagi ketika makan sari laut atau pecel lele, diselingi dengan bumbu saus colek yang pedes, wuih rasanya nikmat sekali. 

Nah bagi pemirsa yang berminat membudidayakan selada ini, kali ini kita coba bahas ulang budidya selada yang di tulis oleh Uum Sumpena yang dikeluarkan oleh Balitsa kementrian pertanian. 

Selada dalam bahasa latinnya Lactuca sativa L ia merupakan sayuran semusim dan termasuk dalam family compositea, menurut bentuk jenisnya selada ini ada yang membentuk krop dan ada pula yang tidak. 

Jenis selada yang tidak membentuk krop daunnya berbentuk rosette, selada memiliki warna yang menarik hijau terang dan ada pula putih kekuningan, seperti yang telah kita singgung diatas, selada jarang sekali dibuat sebagai sayur masakan, dan paling sering ditemukan sebagai salad atau lalapan. 

Cara Membudidayakan Selada Tanpa Hidroponik
Untuk hasil yang maksimal selada sangat cocok ditanam di daerah dataran tinggi (Pegunungan), jika di dataran rendah ukuran kropnya terlalu kecil, kemudian ia cepat berbunga, pertumbuhan selada yang baik dan maksimal bisa terjadi pada tanah subur yang banyak mengandung humus, mengandung pasir atau lumpur. Biasanya kebutuhan benih selada untuk per hektar lebih kurang 400 g biji. 

Persemaian selada 

Ketika ingin menanam selada sebenarnya biji selada bisa langsung ditanam di lapangan, namun untuk hasil maksimal sebaiknya biji disemai dulu, sebelum disemai benih direndam dalam air hangat, atau bisa juga dalam larutan propamokarb hidroklorida, selama satu jam. 

Sebelum benih disebar siapkan media tanamnya terlebih dahulu, yaitu ; campuran tanah + pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1, kemudian tutup dengan daun pisang dan biarkan selama 2 - 3 hari. 

Berikutnya siapkan bedengan, untuk hal ini sebaiknya bedengan diberi atap naungan dari kasa atau plastic transparan, persemaian sebaiknya ditutup pakai kasa untuk menghindari serangan hama, setelah bibit berumur 7 – 8 hari bibit bisa dipindahkan kedalam bumbungan yang dibuat dari daun pisang. 

Setelah bibit dipindahkan jangan lupa menyiramnya setiap hari, bibit bisa dipindahkan kelapangan setelah berumur 3 – 4 minggu atau ketika bibit sudah memiliki empat sampai lima daun. 

Pengolahan tanah tempat penanaman selada 

Tanah dicangkul dengan kedalaman 20 – 30 cm, kemudian berikan pupuk kandang, sebaiknya pupu kandangnya berasal dari kuda, kalau tidak ada bisa juga dari pupuk kandangn sapi, aduk pupuknya dengan tanah kemudian ratakan. 

Setelah tanah diratakan kemudian buatlah bedengan denan lebar 100 120 cm, sesuaikan dengan keadaan lingkungan, kemudian buat lubang dengan jarak 25 cm x 25 cm atau 20 x 30. 

Penanaman 

Jika penanaman secara langsung dilapangan, maka benih ditabur dalam garitan yang telah ditentukan, jika penanaman dilakukan dengan cara penyemaian bibit bisa ditanam sesuai dengan ukuran lubang yang sudah disiapkan. 

Pemupukan 

Berikan pupuk pada tanaman pada umur 2 – 4 minggu, pupuk yang diberikan bisa pupuk ZA, kemudian pupuk ditutup dengan tanah. 

Pemeliharaan tanaman selada 

Penyiraman dilakukan setiap hari sampai selada tumbuh normal, kemudian diulang lagi sesuai kebutuhan, jika ada tanaman yang mati maka segera lakukan penyulaman, penyulaman dihentikan apabila tanaman sudah berumur 10 – 15hari setelah tanam, penyiangan dan pengairan dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua. 

Pengendalian penyakit dan hama pada selada 

Penyakit dan organisme yang menyerang biasanya kutu daun, dan penyakit busuk akar karena Rhizoctonia sp, jika diperlukan pestisida gunakan pestisida yang aman sesuai dengan kebutuhan, dengan memperhatikan ketepatan, pemilihan jenis dosis, volume semprot, waktu dan interval aplikasi dan cara aplikasinya. 

Masa panen selada 

Masa panen adalah masa yang membahagiakan apabila selada tumbuh dengan subur dan baik, selada bisa dipanen setelah selada berumur 2 bulan, panen bisa dilakukan dengan cara mencabut batang tanaman sampai ke akar-akarnya atau memotong pangkal batang, selada cepat layu sehingga untuk mengatasinya selada perlu ditempatkan di wadah yang berisi air. 

Bagi sahabat pemirsa yang ingin mencoba menanam salad dengan model hidroponik, bisa membacanya melalui link dibawah ini.

Cara Membudidayakan Selada Tanpa Hidroponik
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan Artikel di atas? Silakan berlangganan artikel terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Kepada pembaca setia kami yang meninggalkan komentar dengan mencantumkan link aktif, tanpa mengurangi rasa hormat komentar anda akan kami delete.

Untuk menambahkan komentar anda harus menjadi anggota blog ini, isi formulir pendaftaran dibawah ini .
Daftar menjadi anggota

Jika ingin menambahkan komentar tapi tidak mau menjadi member blog, silahkan komentar menggunakan kolom komentar facebook.

Terima kasih atas atensi dan kesopanan anda.

Note: only a member of this blog may post a comment.